Menuliskan Skillset pada CV

Beberapa waktu lalu, di Menfess Codingfess ada submit yang cukup menarik, yaitu  sebuah skillset yang cukup "lengkap". Kurang lebih seperti ini yang dituliskan pada skillset tersebut :

Kalau melihat skillset tersebut, rasanya kita sedang bertemu 10x Engineer(atau 10x Designer karena bisa figma). Kenapa bisa dikatakan 10x Engineer? ya karena udah bisa

  • Frontend Dev
  • Backend Dev
  • Dev Ops
  • Mobile Dev Android
  • Mobile Dev iOS

Sayangnya, saat kita melakukan interview, atau test case dan bahkan live code. Apa iya kita mampu memenuhi expectasi user atau HR? Apa iya kita bisa mempertanggung jawabkan skillset yang kita tulis?

Saya sendiri sudah mencoba mengupas sedikit mengenai skillset ini di Twitter, cuman kurang lengkap dan saran yang saya berikan kurang maksimal.

Untuk itu, saya mencoba memberikan beberapa insight yang saya dapatkan saat menuliskan CV. Bahkan di beberapa CV senior yang saya dapatkan, jarang sekali menuliskan skillset mereka secara item. Lebih banyak secara Story. Misalnya saja template CV dari Mas Adit

Aku sendiri juga menggunakan template ini dan winrate dipanggil HRD 100%(Alhamdulillah).

Lalu beberapa CV yang bisa dijadikan inspirasi

Lebih lanjut mungkin bisa check statusnya mas ezash mengenai CV.

Lesson Learned

Describtion About Your Self

Kalau bisa, mungkin lebih baik bila kita menuliskan skillset dengan menuliskan deskripsi tentang diri kita. Siapa kita, berapa pengalaman kita, apa yang biasanya kita kerjakan, apa fokus kita kedepan, goalnya seperti apa. Kalau milikku kurang lebih seperti ini :

I am a Frontend Engineer with 3,5 years experience passionate with Web Development and interesting with Scrum metodhology and User Research. My work focuses on convert Design to Code, Animation, Accesibility, and Browser Compatibility. Capable with Javascript workflow for Interaction and API Consumption. Main Tech Stack NextJS, Tailwind, Javascript/Typescript and Context/ Recoil.

Setidaknya, dengan deskripsi seperti itu, recruiter bakal mengerti kita itu developer yang seperti apa. Sudah terbiasa dengan apa saja dan bisa bekerja dengan teknologi seperti apa.

Impact Company

Ini yang sering ditanya saat wawancara kerja. Pertanyaan yang kurang lebih

  • Apa impact yang kamu berikan diperusahaan sebelumnya?
  • Pekerjaan apa yang paling sulit, yang pernah kamu kerjakan?
  • Apa saja hasil kerjamu yang cukup berkesan selama diperusahaan A?
  • Apa saja yang telah kamu pelajari selama bekerja sebagai FE?
  • serta pertanyaan lain yang mirip, dimana user mencoba menggali pengalaman selama bekerja dan tools yang kita kerjakan seperti apa.

Misalnya kita buat deskripsi pekerjaan kita seperti ini :

Develop internal tools with Tailwind, NextJS, NextJS API, Supabase, Emotion, and Recoil as State Management.

Kalau kita tambahkan mungkin bisa seperti ini

Develop internal tools with Tailwind, NextJS, NextJS API, Supabase, Emotion, and Recoil as State Management from Zero and interpret bussiness to technology

Seenggaknya ini akan memberikan HR atau recruiter pekerjaan kita selama jadi Software Engineer itu seperti apa.

Community / Auxiliary Work

Lantas bagaimana bila tidak memiliki pengalaman kerja? Mungkin jawabannya ada pada impact / hasil kerja dikomunitas atau sewaktu hackathon. Misalnya saja saya menuliskan di CV seperti ini

Sehingga, kita bisa memberitahu orang orang bahwa kita sedang berkontribusi kekomunitas dengan dampak A,B,C dan D dan kita mampu bekerja secara tim.

Kesimpulan

Memberitahu kemampuan kita kepada User / Recruiter itu penting. Namun mempertanggung jawabkan apa yang kita bangun jauh lebih penting. Semua orang juga pernah menggunakan teknologi A,B atau C. Sayangnya, sedalam apa dan se-impact apa teknologi yang digunakan juga berperan terhadap pemahaman kita akan teknologi tersebut.