Burnout dan Cara Mengatasi

Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental.– Alodokter

Setidaknya, beberapa bulan yang lalu adalah Burnout yang paling berasa. Selama 2-3 Hari saya tidak ngapa-ngapain. Alias inginnya hanya tidur, scroll hp atau bisa dikatakan, kegiatan kegiatan yang tidak memerlukan otak., tidak ingin untuk berkegiatan apapun. Termasuk main game, chat, ngobrol sama orang yang bagiku, itu merupakan kegiatan sehari hari. Untungnya saja, dengan istirahat cukup, minum dan makan yang manis-manis.

Setidaknya ada mungkin selama 1 minggu untuk bisa bangkit dari burnout. Melakukan kegiatan kegiatan yang akan aku share pada ceritaku hari ini. Bahkan, selama 2-3 Bulan terkahir ini, saya sudah tidak mengalami burnout. Walaupun bisa dibilang jadwalku masih padat.

Cara saya untuk burnout mungkin bisa dikatakan mirip cara saya mencegah datangnya burnout kembali. Beberapa hal yang bisa aku ceritakan mungkin

Olahraga Setiap Hari

Sebelum Burnout, Olahraga yang aku lakukan hanya setiap weekend, itupun hanya naik sepeda keliling Malang bersama teman-teman. Sayangnya, aku ngerasa apa yang aku lakukan kurang. Merasa tetap kurang olahraga, kurang sehat. Lalu coba kira kira cara olahraga setiap hari dan bertemulah dengan teman-teman lain yang punya keinginan sama untuk olahraga setiap hari dan berkomitmen untuk membayar biaya member Gym di Sport Center UB selama. Sebulan setidaknya Rp 130.000 dan sekarang sudah berjalan di bulan ke 3

Mengganti Pola Kegiatan

Sejujurnya, saya cukup rakus pada bulan-bulan tersebut. Mulai dari Fulltime, Mengajar, Menulis untuk konten di Twitter dan Project Komunitas. Waktu weekend pun harus kontribusi diproject komunitas. Namun, sejak kejadian burnout tersebut. Saya mengganti pola kegiatan. Kurang Lebih menjadi

  • Full Time
  • Mengajar
  • Menulis

Beberapa project komunitas aku drop dan rencananya, aku vakum mengajar dahulu. Ingin fokus untuk mengembangkan karir terlebih dahulu, improve skill setelah banyak waktu untuk berbagi skill.

Weekend aku gunakan untuk me time. Bertemu orang yang disayang jika ada, nongkrong bersama teman-teman, atau hibernasi dengan tidur, bermain game selama sabtu dan minggu.

Jaga Pola Tidur

Berantakan. Tidur tidak tenang, diatas jam 2 pagi, bangun jam 8 dan ada kalanya badan tidak fit. Intinya, pola tidurku berantakan. Tidak ada jam tidur. Bahkan sering kali aku harus minum obat tidur lelap agar bisa tidur.

Sejak Gym, tidur bisa menjadi lebih teratur. Jam 12.00 malam harus segera tidur dan jam 05.00 harus bangun. Setidaknya sudah mata melek walaupun cuman sholat dan rebahan lagi sampai jam 7. Setidaknya sudah bangun.

Tak terkecuali kadang saya memaksa diri apabila tidak gym, dan ada kejadian tak terduga membuat saya masih bangun jam 01.00 maka saya paksakan tidur dan minum lelap lagi. Cuman perlu digaris bawahi bahwa saya minum lelap sekarang kalau sudah terdesak.

Budgeting for Entertainment

Memang uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Namun, dengan uang kita bisa memilih banyak opsi yang kita lakukan untuk mencari kebahagiaan. Salah satunya caraku untuk bahagia adalah ngobrol dengan orang.

Beberapa waktu lalu, saya sendiri ke Surabaya untuk bertemu beberapa teman dari komunitas. Quora Indonesia yang tinggal di Surabaya dan Surabaya Dev.

Seminggu sekali, saya selalu WFC untuk mengganti suasana baru. Lalu saya kadang nongkrong juga dengan teman-teman dari circle per-wibu-an Malang untuk membahas issue dunia anime dan wibu.

Nongkrong butuh uangkan? Beli kopi semurah kopi americano.

Pergi ke Kota lain butuh uangkan? Bahkan biaya naik kereta dan Grab/Gojek.


Semua orang punya cerita masing-masing. Saya masih ingat, Discord pertama saya saat saya menyadari bahwa Burnout itu nyata. Bahkan kita sendiri tidak tahu kapan Burnout itu akan datang, tidak ada tanda-tandanya(yang saya sadari). Namun, belajar dari beberapa kali burnout dan yang terkahir cukup parah, maka saya banyak melakukan perubahan dalam kehidupan diriku.

Bagaimana denganmu? Gimana caramu menghadapi dan mencegah burnout?